Protes Tarif Listrik

Posted: 14 April 2010 in Naker
Tag:, ,

TENAGA KERJA
Rabu, 14 April 2010 | 04:22 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/14/04225269/protes.tarif.listrik

Pekalongan, Kompas – Sekitar 1.200 buruh di Kota dan Kabupaten Pekalongan, yang tergabung dalam Serikat Buruh Nasional, berunjuk rasa di halaman kantor PLN Area Pelayanan Jaringan Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (13/4). Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik karena dianggap akan semakin menekan nasib buruh.

Damirin, koordinator unjuk rasa, mengatakan, rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga 15 persen pada Juli 2010 dinilai tidak manusiawi. Pasalnya, rencana ini akan menurunkan daya saing sektor industri dalam negeri, yang berdampak pada keterpurukan nasib buruh.

Padahal, selama ini sektor industri dalam negeri telah tertekan dengan diberlakukannya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China. Sejumlah industri tekstil di Pekalongan terpaksa melakukan efisiensi dengan memecat karyawan dan menjadikannya sebagai tenaga kontrak atau tenaga lepas.

Menurut dia, pasca-diberlakukannya perdagangan bebas, sekitar 2.000 buruh dari 26 perusahaan tekstil di Kota dan Kabupaten Pekalongan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan terpaksa menjadi tenaga kontrak. Meskipun masih digaji, mereka tidak mendapatkan tunjangan dan tak dimasukkan dalam jaminan sosial tenaga kerja. ”Jika TDL tetap naik, sedikitnya 1.000 buruh lainnya terancam PHK,” kata Damirin.

Edi, peserta unjuk rasa lainnya, mengatakan, selama ini pemerintah menuntut agar industri dalam negeri mampu bersaing dengan industri dari luar negeri. Namun, pemerintah tidak memberikan perlindungan kepada pelaku usaha dalam negeri. Sebagai contoh, suku bunga pinjaman untuk usaha mencapai 14 persen, padahal di luar negeri hanya sekitar 4 persen. ”Bagaimana bisa bersaing,” katanya.

Asisten Manajer Pemasaran PT PLN Area Pelayanan Jaringan Pekalongan Bambang Sulistiyono mengaku akan menampung aspirasi para buruh. Meskipun demikian, ia juga meminta buruh memahami kondisi PLN yang selalu rugi akibat harga jual listrik yang lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya produksi. (WIE)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s