Musholla Keren
M. Rizal Maslan – detikNews
Selasa, 22/06/2010 11:42 WIB

http://www.detiknews.com/read/2010/06/22/114221/1383627/159/ketika-belanja-dan-ibadah-jalan-berdampingan?991102605

Jakarta – Musholla-musholla keren yang bermunculan di sejumlah pusat perbelanjaan baru, seolah menjadi titik temu antara kepentingan belanja dan ibadah yang nyaman. Pengelola dan pengunjung mal sama-sama untung, sementara para ulama juga menyambut gembira dengan perhatian serius terhadap musholla ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai positif bila sekarang sejumlah mal dan pusat perbelanjaan, hotel maupun gedung perkantoran sudah memperhatikan kepentingan ibadah. Sudah menjadi keharusan bagi para pengusaha, pebisnis dan profesional memikirkan tanggung jawab sosial dan agama, di samping kepentingan komersial dan finansial.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

By Rachel Corrie, aged 10 — 1990

http://rachelcorriefoundation.org/rachel/emails

I’m here for other children.
I’m here because I care.
I’m here because children everywhere are suffering and because forty thousand people die each day from hunger.
I’m here because those people are mostly children.
We have got to understand that the poor are all around us and we are ignoring them.
We have got to understand that these deaths are preventable.
We have got to understand that people in third world countries think and care and smile and cry just like us.
We have got to understand that they dream our dreams and we dream theirs.
We have got to understand that they are us. We are them.
My dream is to stop hunger by the year 2000.
My dream is to give the poor a chance.
My dream is to save the 40,000 people who die each day.
My dream can and will come true if we all look into the future and see the light that shines there.
If we ignore hunger, that light will go out.
If we all help and work together, it will grow and burn free with the potential of tomorrow.
Baca entri selengkapnya »

Pintu Masuk ke Timur Tengah
Rabu, 19 Mei 2010 | 05:51 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/19/05510598/perlindungan.tki.diperkuat

Jakarta, Kompas – Negosiasi revisi nota kesepahaman perlindungan tenaga kerja Indonesia informal pembantu rumah tangga dengan Malaysia selama 10 bulan mulai membuahkan hasil. Pemerintah kedua negara sepakat lebih memperkuat perlindungan TKI informal di Malaysia.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Dalam Negeri Malaysia Datok Seri Hishamudin Tun Hussein menandatangani surat perjanjian (letter of intent/LOI) perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) informal pembantu rumah tangga (PRT) di Kompleks Pemerintahan Malaysia di Putrajaya, Selangor, Malaysia, Selasa (18/5). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Datok Seri Mohd Najib Tun Abdul Razak menyaksikan momen ini.

Baca entri selengkapnya »

PERJANJIAN BILATERAL
Rabu, 19 Mei 2010 | 04:09 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/19/04093627/yudhoyono.malaysia.dan.perlindungan.tki

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali berkunjung ke Malaysia. Pada kunjungannya, Selasa (18/5), Presiden memiliki agenda padat. Namun, isu tenaga kerja Indonesia tak pernah lewat dalam pembahasan dengan Perdana Menteri Datok Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak. TKI pula yang membuat Presiden Yudhoyono menjadikan Malaysia sebagai tempat kunjungan pertama ke luar negeri setelah pelantikan untuk periode kedua.

Dari enam juta TKI di luar negeri, 2,2 juta orang di antaranya bekerja di Malaysia. Faktor kedekatan geografis dan kemiripan bahasa menjadi magnet bagi TKI mengejar mimpi kesejahteraan yang sulit didapat di dalam negeri. Hasilnya fantastis. Walau 1 juta di antara mereka bekerja dalam ketakutan karena tak memiliki dokumen resmi, TKI di Malaysia mampu mengirim devisa Rp 21,5 triliun tahun 2008. Ini pula yang membuat sedikitnya 40.000 warga negara Indonesia berangkat ke Malaysia dengan tujuan serupa setiap bulan: mencari pekerjaan.

Baca entri selengkapnya »

Sabtu, 15 Mei 2010 | 04:43 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/15/04430539/jumlah…pekerja.anak.berkurang.

Jakarta, Kompas – Organisasi Buruh Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa atau ILO mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia menangani masalah pekerja anak. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat membagi pengalaman tersebut ke negara lain dalam Konferensi Perburuhan Internasional Ke-99 yang diselenggarakan ILO di Geneva, Swiss, Juni.

Hal ini mencuat dalam rapat koordinasi delegasi Indonesia dan David Lammotte dari ILO Geneva, Jumat (14/5) di Jakarta. Delegasi Indonesia terdiri dari unsur tripartit, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, perwakilan pengusaha, dan serikat buruh.

Baca entri selengkapnya »

UU Transfer Dana Bisa Cegah Pencucian Uang
Sabtu, 15 Mei 2010 | 04:55 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/15/04553793/.tki.kirim.rp.62.triliun

Jakarta, Kompas – Kiriman uang dari para tenaga kerja Indonesia atau TKI, yang bekerja di luar negeri, ke dalam negeri pada tahun 2009 sekitar

Rp 62 triliun. Nilai kiriman uang dari TKI tersebut cenderung terus meningkat seiring semakin banyak TKI yang bekerja di luar negeri.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah, Jumat (14/5) di Jakarta, menjelaskan, valuta asing yang dikirim para TKI tersebut tidak masuk ke dalam cadangan devisa. Namun, remittance TKI tersebut memperbanyak stok valuta asing di pasar sehingga ikut berperan dalam menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

Baca entri selengkapnya »